Selembar Surat untuk Seseorang yang Menjaga Hatiku

surat untuk seseorang yang kumiliki hatinya.
Enam tahun lalu aku tidak sengaja berkenalan denganmu via facebook. Lambat laun perkenalan itu menjadi semakin dekat dan sampai pada sebuah hubungan yang bernama ‘pacaran’. Lebih tepatnya backstreet.

Awalannya saya bebrapa umum saja. Saya berasumsi hubungan kita cuma satu status belaka. Karna memanglah saat itu saya masih tetap labil serta cuma menginginkan bermain-main dengan apa yang namanya perasaan. Tak ada perlakuanmu yang membuatku rasakan hal khusus. Anda sama juga dengan beberapa rekanku yang beda, gombal seperti umumnya serta sok perhatian padaku. Anda bahkan juga miliki kekasih yang tidak cuma saya.

Tetapi sesudah cukup banyaknya waktu yang kita lakoni, perlahan-lahan saya terasa nyaman dengan perhatianmu. Ada rasa yang tidak menginginkan kehilangan semuanya candaan lucu serta sikapmu yang hangat. Terlebih waktu anda juga terasa nyaman denganku hingga anda mengambil keputusan hubunganmu dengan kekasihmu yang beda. Waktu itu saya terasa betul-betul dihargai serta dihormati keberadaannya.

Ungkapan yang menyebutkan kalau ‘dunia tidak selebar daun kelor’ itu benar ada. Dapat dibuktikan dari kenyataan yang nyatanya anda yaitu sahabat dari seorang yang ku panggil kakak. Itu seolah seperti satu lampu hijau yang membuatku makin yakin diri untuk meneruskan hubungan kita.

Saya bahkan juga seperti temukan sosok kakak sekalian kekasih yang dapat menjagaku serta senantiasa ada setiap saat saya perlu.

Sikapmu yang senantiasa dapat dihandalkan serta kenyamanan yang senantiasa anda hadirkan membuatku bahagia dapat jadi seorang yang anda anggap khusus.

Saya sukai dengan kesederhanaan yang anda punyai. Karna kesederhaan tersebut yang membuatku terasa diperlengkapi.

Saya tidak perlu seorang dengan muka yang mengagumkan indah, hingga setiap saat menatapnya beberapa orang juga akan terkagum-kagum. Bagiku kesempurnaan dari satu hubungan itu bukanlah terdapat dari bagaimana langkahnya sama-sama memandang, tapi hubungan itu juga akan prima waktu dua yang memiliki hati itu sama-sama tahu serta menghormati perasaan pasangannya.

Sepanjang 6 th. kebersamaan kita, terimakasih telah mencintaiku. Terimakasih banyak karna anda telah melindungi kepercayaanku. Terimakasih karna anda telah berupaya membuatku tidak untuk jemu ada di dekatmu. Bahkan juga saya bangga dengan ketulusanmu yang ikhlas menjemputku setiap saat saya pulang malam. Terimakasih telah jadikan keluargaku jadi keluargamu juga.

Untuk sekarang ini tak ada yang dapat ku beri jadi imbalan atas semuanya kebaikanmu, cuma terimakasih yang terdalam dari hatiku untuk semuanya yang sampai kini telah anda beri padaku.

Tetapi bila memanglah satu hari kelak saya ditakdirkan untukmu serta anda untukku, jadi waktu itu saya juga akan memberi semua duniaku dibawah kakimu.

Dari seorang yang anda punyai hatinya.